AKURASIMEDIA.ONLINE

lisensi

Saturday, May 9, 2026, May 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-09T10:53:02Z
EKONOMI

Panen 4 Ton Lele, KDMP Desa Olean Situbondo Belum Bisa Masuk Pasokan MBG

Advertisement

 


Panen 4 Ton Lele, KDMP Desa Olean Situbondo Belum Bisa Masuk Pasokan MBG

SITUBONDO – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Olean, Kabupaten Situbondo, mencatat hasil panen perdana budidaya ikan lele mencapai 4 ton. Hasil tersebut dinilai menjadi salah satu yang tertinggi di antara sekitar 100 daerah penerima bantuan bibit dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Panen perdana itu berasal dari 60 ribu bibit lele yang dibudidayakan selama kurang lebih tiga bulan. Meski hasil produksi dinilai berhasil secara kuantitas dan ekonomi, lele dari KDMP Desa Olean belum dapat diserap untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua KDMP Desa Olean, Mustawan, mengatakan capaian panen perdana tersebut cukup memuaskan dan menjadi modal penting bagi pengembangan usaha budidaya ke depan.

“Panen pertama dari 60 ribu bibit menghasilkan sekitar 4 ton lele. Untuk saat ini termasuk yang terbanyak dibandingkan daerah penerima bantuan lainnya,” ujar Mustawan, Senin (21/4/2026).

Menurutnya, hasil panen didistribusikan melalui penjualan langsung kepada masyarakat serta melalui supplier agar produksi dapat terserap secara optimal.

Namun demikian, Mustawan mengungkapkan bahwa produk lele dari KDMP belum bisa masuk dalam rantai pasok dapur Program MBG. Padahal sebelumnya terdapat arahan agar hasil budidaya dapat mendukung program pangan pemerintah tersebut.

“Ada himbauan agar bisa menyuplai ke dapur MBG, tetapi ternyata belum diterima karena menu MBG tidak menggunakan lele. Alasannya khawatir anak-anak tersedak duri,” katanya.

Secara ekonomi, hasil panen perdana tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp78 juta dengan asumsi harga jual Rp19 ribu per kilogram. Dana hasil penjualan itu rencananya akan diputar kembali sebagai modal pengembangan usaha.

KDMP Desa Olean juga menargetkan pola panen yang lebih berkelanjutan dengan sistem panen bulanan agar perputaran ekonomi kelompok menjadi lebih stabil.

“Kami punya tanggung jawab moral untuk menjaga program ini tetap berjalan dalam jangka panjang, minimal lima tahun ke depan,” tambah Mustawan.

Sementara itu, Anggota BPD Olean, Ahmad Naji, menilai program budidaya lele tersebut telah memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan baru.

“Warga yang sebelumnya tidak punya pekerjaan sekarang bisa ikut terlibat dalam budidaya dan memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Selain dijual, sebagian hasil panen juga dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial. Warga menerima ikan lele yang telah dibersihkan dan siap diolah.

Di sisi lain, Pengawas KDMP Desa Olean, Jamsuri, berharap program budidaya tersebut terus dikembangkan agar mampu menjadi salah satu sentra produksi lele terbesar di Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, keberhasilan panen perdana tidak lepas dari kerja keras pengurus dan anggota kelompok yang secara konsisten mengelola budidaya sejak awal.

Dengan capaian panen 4 ton tersebut, KDMP Desa Olean optimistis mampu memperkuat sektor perikanan budidaya lokal sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Sumber: JatimTIMES